Sabtu, 03 Maret 2012

Mendaftar di Banyak Jejaring Sosial untuk Sebuah ‘Personal Branding’

13278580341912664891
Mungkin setelah membaca judul ada yang berpikiran bahwa hal itu sangat tidak penting. Tetapi bagi saya ada pentingnya juga mengingat personal branding. Baru saja saya mengunjungi salah satu situs www.namechk.com yang berfungsi untuk mengecek ketersedian sebuah username di seluruh situs sosial.

Iseng-iseng saya cek username saya ‘truepardede’. Sebenarnya saya ini orangnya variatif (ada gak istilah orang variatif? Mudah2an ada. wkwkwk) Jadi kalau membuat akun di situs sosial saya bisa-bisa melupakan username yang seharusnya saya seragamkan, tetapi malah saya membuat nama aneh. Maksud tujuan saya mengecek username ‘truepardede’ adalah bukan untuk mengecek ketersediaan, tetapi justru mengecek situs sosial yang sudah status ‘taken’ atas nama username ‘truepardede’. Saya ingin mengetahui sudah seberapa wara-wiri saya di dunia maya.

Ternyata atas username ‘truepardede’ saya menemukan 5 situs sosial yang saya gunakan. Saya fikir itu ukuran yang sangat sedikit. Tetapi, balik lagi ke istilah ’saya ini orangnya variatif’ jadi username ‘truepardede’ hanya sekedar sample. Sebenarnya banyak username yang saya pakai alias berserak. Saya cek kembali dengan username yang lainnya hasilnya tidak sedikit. Berarti saya telah mendaftar di banyak jejaring  sosial.

Sebenarnya penting tidak mendaftar di banyak jejaring sosial? Bisa dikatakan begini, penting tidak menjadi manusia jejaring sosial? Menurut saya tidak ada larangan untuk hal itu. Dan lagi itu bukanlah dosa, setidaknya meningkatkan personal branding kita di dunia maya.

Seorang pengarang buku, Peter Montoya mengatakan bahwa kunci dari personal branding itu sendiri adalah mengetahui persepsi orang lain tentang anda. Jadi di sini kita menciptakan sebuah identitas untuk menjadi kekuatan kita. Kita sudah terbiasa mengenal orang lain, tetapi belum tentu orang lain mengenal kita. Jadi kita sedang berusaha membuat orang lain mengenal kita dengan kelebihan, kekurangn dan keunikan kita. Bahkan karakter kita bisa menjadi senjata bagi kita mencapai sebuah personal branding yang dimaksud. Maka jadilah unik dan berbeda tetapi masih tetap menjadi diri sendiri, yach!

Kesuksesan sebuah brand yang telah anda ciptakan pada diri anda bukanlah seberapa banyak orang mengenal anda, tetapi juga seberapa baik, seberapa positif citra anda di mata mereka. Mungkin hal ini bisa dikatakan narciss, tetapi inilah narciss yang positif.

Jadi apa hubungannya jejaring sosial yang saya paparkan pada awal tadi dengan arti sebuah personal branding ini? Jawabannya adalah, promosi! Kita tahu saat ini banyak motivator dadakan bertebaran di twitter (hanya sample). Mereka bisa dikatakan sedang menciptakan personal branding agar orang-orang mengenal mereka dari tiap tweet yang dihasilkan mereka. Tidak masalah, itulah namanya usaha membangun personal branding.

Jadi jejaring sosial merupakan media kita dalam berekperimen menciptakan sebuah brand. Kita bisa menggunakan banyak jejaring sosial  yang beragam dengan username yang sama. Supaya orang-orang mengenal kita dengan mudahnya. Photo profile yang konsisten juga bisa digunakan untuk menciptakan personal branding. Jadi kesannya tidak berubah-ubah maka bisa jadi orang-orang tidak memiliki persepesi yang tiba-tiba berubah… :D

Jika kelebihanmu/bakatmu adalah menulis, maka rajin-rajinlah promosi dirimu bahwa dirimu memiliki keahlian menulis. Semisalnya, di blog, note facebook bahkan sekedar ngtwit. Intinya, jadilah seorang yang multi tasking atas urusan dirimu sendiri yang inginkan personal branding.  Yang menulis, yang promosi dan bahkan yang mengapresiasikan (Lho?).

Hasil dari kerja keras anda di atas nantinya apa? Orang-orang akan mengenal anda. “Hey, kamu… Aku kenal kamu… Kamu suka nulis, yach? Kedengaran lebih baik bukan? Ketimbang anda yang mengatakan. “Eh, aku kenal dia…”

Yah terlepas dari situ, tulisan yang kurang lebih 500 kata ini masih belum mendekati sempurna. Tetapi pada dasarnya saya sangat menginginkan tulisan saya dibaca. Bukan berarti narsis, tetapi lebih kepada personal branding di atas.

Yuk, mari menciptakan personal branding… Apa? Gak mau? Ya, sudah… Gak maksa koq… Wkwkwkwkwk… Saya tahu masih banyak orang yang gengsi jika dibilang pengen mendapatkan sebuah personal branding yang baik di mata khalayak ramai karena takut ditanggapi begini, “Iddiihh, sok eksisss”. Contohnya bilang begini: “Ah, saya orangnya ga narsis, kok.” Saya menulis apa adanya, ga ngarep apa-apa” ==>> ??? Kalau gitu mending menulis di buku harian, supaya 100% ga ngarep apa-apa. [Ga ngarep dikomentari, ga ngarep di-vote bahkan ga ngarep dibaca... Haddaahh]

Jadi yang terkahir apa? Personal branding, enggak, personal branding, enggak… Up to you, dweh… :D

Thanks yuuuaaahhh sudah baca… :D

2 komentar:

Efri Harefa mengatakan...

mantap,,,
Follow ya di www.efriharefa.blogspot.com

januar surya mengatakan...

mantap informasinya gan, sangat bermanfaat.

www.kiostiket.com